Nonton The Wild Robot (2024)

Tahun 2024 menjadi titik balik dari DreamWorks Animation dengan hadirnya animasi The Wild Robot (2024). DreamWorks Animation sebelumnya mendapatkan sentimen negatif dari pengamat animasi di YouTube sebab kualitas animasi yang dirilis akhir-akhir ini memberikan suguhan yang kurang memuaskan.

Pada saat saya melihat trailer film animasi ini, saya merasa ada sesuatu yang spesial dengan film ini. Suasana yang dibangun pada trailer tersebut memberikan kesan yang misterius, sedih, dan melankolis. Mungkin karena ada efek kesepian di tengah keramaian. Bayangkan saja sebuah robot, benar robot, yang seharusnya berada di lingkungan modern dan futuristis justru hadir di tengah hutan belantara dikelilingi oleh satwa liar. Perasaan berbeda dari yang lain membuat setiap orang yang menonton trailer tersebut sedikit terhubung dengan kehidupan mereka yang sebenarnya. Begitu banyak perbedaan yang dimiliki orang-orang hingga perbedaan itu menimbulkan banyak kegagalan dalam hidup. Gagal meraih sesuatu karena kita berbeda dengan sang pemenang yang berhasil. Gagal bersosialisasi karena kita tak nyambung ketika diajak ngobrol. Gagal mendapatkan hati lawan jenis karena kita berbeda. Di antara orang tampan, kita lebih jelek. Di antara orang bersifat baik, kita bersifat lebih buruk. Di antara banyak laki-laki yang berpotensi ia cintai, kita sebiji bayam pun tidak punya potensi untuk ia cintai. Perbedaan dari kenyataan yang kita bayangkan tersebut membuat cerita pada film ini memiliki sesuatu yang spesial.

Film ini bercerita tentang sebuah robot pelayan canggih yang terdampar pada sebuah pulau tak berpenghuni. Robot itu seharunya dikirim dari pabrik ke sebuah kota untuk membantu kehidupan manusia. Karena ada badai, pesawat pengangkut robot ini kemungkinan hancur (tidak dijelaskan lebih rinci) dan menumpahkan muatannya ke lautan. Ombak lautan pun membawa robot-robot malang ini menepi di sebuah pantai.

Hanya ada satu robot yang selamat. Namanya Roz. Dia terbangun dan telah siap sedia membantu siapapun yang membutuhkan bantuannya. Namun, di sana tak ada siapapun. Hanya ada ombak raksasa yang segera akan tiba di tepi pantai untuk melahapnya. Meski Roz adalah robot, dia tetap bisa merasa panik karena kecerdasan buatan yang telah ditanamkan di tubuhnya. Roz mencoba naik ke tebing supaya terhindar dari ombak yang berbahaya. Roz tak bisa naik pada awalnya. Ia melihat sekitar, kemudian meniru cara naik tebing sebuah kepiting. Syukur berhasil dan ia terhindar dari marabahaya ombak yang ganas.

Roz tidak menemukan satu manusia pun yang bisa ia bantu. Ia hanya menemukan hewan-hewan liar sebagaimana hutan pada umumnya. Ia mencoba membantu hewan-hewan itu, tetapi karena hewan tak kenal tolong-menolong, bantuan yang diberikan Roz menjadi sia-sia. Roz berprinsip selalu ingin membantu, sementara alam liar berprinsip siapa kuat dia yang berkuasa, hukum rimba. Terjadi konflik batin pada Roz sebab apa yang ia harapkan tidak sesuai kenyataan yang ada. Roz pun mengalami masa-masa sulit ketika menjelajahi hutan. Keliaran hutan tak bisa ia tangani dengan kondisinya yang seperti ini. Roz harus belajar supaya dapat memahami situasi apa yang sedang ia alami sekarang. Roz duduk, lalu menghidupkan mode belajar, mengamati apapun yang bisa ia lihat sampai berbulan-bulan lamanya.

Beberapa bulan kemudian, Roz merasa cukup untuk belajar. Dari informasi yang ia dapatkan saat menghidupkan mode belajar, Roz jadi bisa berkomunikasi dengan hewan-hewan di sekitarnya. Roz mempelajari kebiasaan hewan tersebut selama berbulan-bulan begitu pula cara berkomunikasi hewan-hewan tersebut. Roz mulai paham posisinya sekarang. Bagi para hewan, Roz merupakan monster yang harus dihindari. Roz memang tampak besar dan tampak berbeda sendiri tingkah lakunya daripada hewan-hewan lain.

Suatu saat, Roz mengalami masalah dan berlari kencang untuk menghindari masalah tersebut. Dari pelariannya itu, Roz sampai terjatuh pada sebuah pohon di pinggir tebing. Ternyata di pohon itu ada bebek yang sedang mengerami telurnya. Bebek itu sudah mati tertimpa tubuh Roz, tetapi telur yang dierami masih utuh untungnya. Roz penasaran pada telur itu, lalu ia simpan di dalam tubuhnya.

Di keesokan hari, Roz mengeluarkan telur bebek yang ia simpan dan memerhatikan baik-baik bentuknya karena hal itu adalah hal yang baru baginya. Namun, seekor rubah bernama Fink mencuri telur bebek itu untuk dimakan. Roz bisa mendapatkan kembali telur miliknya. Tiba-tiba telur itu menetas dan muncul bebek kecil yang kemudian hari ia beri nama Brightbill.

Roz tak tahu bagaimana cara merawat si kecil Brightbill, Fink menemuinya kembali dan menawarkan diri untuk membantu Roz merawat Brighbill. Karena masih polos, Roz menerima-menerima saja tawaran Fink. Namun Fink hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Fink memberikan informasi palsu cara merawat bebek kecil, informasi itu justru hanya menguntungkan dirinya. Lambat-laun, Roz mengetahui bahwa sebentar lagi tiba musim dingin. Bebek harus bermigrasi di musim dingin karena telah menjadi siklus hidup mereka selama ribuan tahun. Jika tidak bermigrasi, Brightbill akan tewas. Sementara Brightbill saat ini belum siap untuk migrasi.

Roz dan Fink yang mulai peduli pun punya misi mengajari Brightbill makan, berenang, dan terbang sebelum musim dingin tiba.

Apakah Roz dan Fink bisa tepat waktu menyelesaikan misinya mengajari Brigthbill? Ternyata bisa.

Brightbill akhirnya ikut kawanan bebek terbang migrasi. Namun, kenyatannya ada proses sulit yang telah ia lewati yaitu menahan caci makian bebek-bebek lain karena Brightbill diurusi oleh sebuah monster (maksudnya Roz). Brightbill terbully oleh kawanannya sendiri. Selain itu, Brightbill juga akhirnya mengetahui kalau Roz yang membunuh orang tuanya secara tidak sengaja. Menurut Brigthbill, Roz seharusnya memberitahunya dari awal, bukan justru menyembunyikan kenyataan itu darinya. Brightbill pernah kecewa kepada Roz.

Roz dan Fink yang merasa ada tanggung jawab mengajari Brigthbill menurunkan gengsi dan meminta maaf kepada Brigthbill. Brigthbill pun berkenan untuk diajari kembali sampai siap ikut migrasi.

Saat misinya selesai, Roz ingin pulang ke pabrik. Namun, karena ia sangat merindukan Brigthbill yang migrasi, ia ingin bertemu dengannya lagi setelah musim dingin selesai. Ia tak jadi ingin pulang ke pabrik. Roz menghabiskan musim dingin di pulau terpencil bersama hewan-hewan lainnya.

Saat musim dingin selesai, Roz bertemu kembali dengan Brightbill yang kini telah menjadi pemimpin migrasi kawanan menggantikan pemimpin migrasi kawanan sebelumnya yang sudah tewas di perjalanan. Roz bangga kepada Brigthbill.

Kali ini, Roz justru dijemput paksa oleh pihak pabrik untuk pulang. Panggilan Roz waktu itu, sebelum musim dingin tiba, memberikan informasi menarik dan berharga kalau ada robot yang berhasil bertahan hidup pada kecelakan berbulan-bulan lalu. Roz tidak diizinkan pulang oleh hewan-hewan di pulau tersebut. Hal tersebut terjadi karena ternyata waktu musim dingin kemarin, Roz menolong seluruh hewan yang membeku di sarangnya. Roz menyatukan perbedaan di antara mereka dan memberikan pesan bahwa jangan ada bully-bullyan lagi ketika kita menghadapi masalah besar yang sama. Semua hewan yang awalnya saling membenci satu sama lain, akhirnya tunduk demi bisa melewati musim dingin yang mengerikan ini. Semua robot yang menjemput paksa Roz berhasil dikalahkan dan Roz tidak jadi pulang malam itu.

Di sisi lain, Roz mengalami konflik batin pada keputusannya untuk tetap di sini atau pulang ke lingkungan yang semestinya ia tinggali. Pada akhirnya, Roz meyakinkan diri untuk pulang dan memanggil jemputan kembali. Ia telah yakin bahwa ingatannya terhadap Brigthbill, Fink, dan semua hewan di pulau ini tidak akan hilang meski telah direset ke setelan pabrik. Roz pun pulang meninggalkan Brigthbill, Fink, dan semua hewan di pulau ini.

Roz kini menjadi robot petani yang membantu kehidupan manusia di kota sebagaimana takdir robot-robot pelayan semacam dia. Sesekali, saat musim dingin tiba, Roz bertemu kembali dengan Brigthbill yang mampir ke kota di mana Roz tinggal. Adegan tersebut mengakhiri cerita dari film animasi ini.

Sungguh film yang sangat mengharukan. Pesan-pesan baik dapat saya terima saat menontonnya. Pesan untuk saling tolong-menolong, saling mencintai, saling bersatu di antara perbedaan, dan lain sebagainya. Saya merasa puas menonton film ini. Well.














Komentar

Baca Juga