Nonton Barbie (2023)
Siapa sangka, akhirnya saya menonton Barbie (2023).
Pada tulisan ini, saya akan mengungkapkan beberapa hal yang saya rasakan atau saya pikirkan saat menonton Barbie (2023).
1. Saya pikir, film Barbie (2023) merupakan film yang medioker seperti film animasi Barbie pada umumnya.
2. Saya pikir, film Barbie (2023) hanya untuk target pasar kalangan perempuan demi memuaskan hasrat nostalgianya.
3. Saat awal menonton Barbie (2023), saya merasa semua hal terasa indah di Barbie Land. Ternyata tidak.
4. Para pria di Barbie Land tampak lemah dan hanya sebagai pelengkap saja. Pria-pria di sana seperti tidak ada gunanya dan terkesan lebih rendah daripada wanita.
5. Transformasi antara Barbie Land dan Real World unik konsepnya.
6. Saat di Real World, Ken terpesona akan maskulinitas. Dia sadar kalau di Real World, pria menguasai segalanya. Seakan-akan, Real World itu hanya untuk pria. Berbeda dengan Barbie Land di mana wanita menguasai segalanya. Pria hampir tidak ada harga dirinya. Mengetahui hal itu, Ken sangat senang dan membawa budaya maskulinitas dan patriarki ke Barbie Land. Setelah menonton adegan itu, saya merasa terhubung dengan Ken. Andaikata saya berada di posisi Ken, mungkin saya akan melakukan hal yang sama. Saya merasa ditipu di Barbie Land. Ego saya terinjak-injak di sana setelah tahu bahwa ternyata pria dapat menguasai segalanya.
7. Saat Ken membawa maskulinitas dan budaya patriarki ke Barbie Land. Semua warga Barbie Land menjadi tunduk pada budaya Patriarki. Wanita-wanita dibuat seakan-akan menjadi pelayan bagi para pria. Pria-pria di sana menjadi sombong dan menyuruh-nyuruh terus para wanita.
8. Barbie yang mengetahui hal tersebut marah. Bisa-bisanya Barbie Land berubah menjadi 180 derajat.
9. Tiap wanita yang terhipnotis budaya patriarki satu persatu diselamatkan oleh Barbie. Menjadi perumpamaan ringan dalam menyadarkan para wanita di Real World bahwa wanita layak untuk setara dengan para Pria.
10. Saat Barbie tiba di Real World, dia mengunjungi Mattel (perusahaan pembuat boneka Barbie). Ternyata perusahaan pembuat boneka Barbie yang khas dengan anak perempuan pimpinan di sana dijabat semua oleh para pria. Saya merasa tergelak menyadarinya. Saking berkuasanya pria di dunia ini.








Komentar
Posting Komentar
silakan berkomentar!